Seragam Kerja Perusahaan

Kenali Standar K3 pada Seragam Kerja Perusahaan

Bekerja di perusahaan yang menangani proyek lapangan membutuhkan konsentrasi dan daya tahan tubuh tinggi. Mereka harus mengutamakan keselamatan diri agar terhindar dari bahaya teknis dan non-teknis.

Pekerja lapangan seperti pekerja tambang, petugas pemadam kebakaran, jurnalis, dan sebagainya adalah rentan terhadap bahaya teknis dan non-teknis. Kebanyakan dari mereka ada yang diberi satu set seragam kerja perusahaan agar dapat mengenali satu sama lain dan menjadi identitas resmi saat bekerja.

Untuk itu, seragam kerja perusahaan harus berstandar keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Berikut ini pembahasan fungsi seragam kerja perusahaan.

1. Sebagai pelindung

Seragam kerja perusahaan berstandar K3 haruslah melindungi tubuh pekerja dari bahaya teknis atau non-teknis. Bahaya teknis, misalnya kecelakaan ringan akibat pengoperasian alat berat, perkakas, dan sebagainya. Bahaya non-teknis, seperti cuaca, perbuatan seseorang, kejahatan, huru-hara, dan lain-lain.

2. Sebagai identitas

Seragam kerja perusahaan juga harus menyediakan kartu identitas atau pakaian yang didesain sebagai identitas sebuah perusahaan atau instansi. Identitas ini ditunjukkan melalui warna tertentu. Misalnya, warna seragam kerja pekerja tambang adalah oranye terang.

Tambahan, logo perusahaan atau instansi dijahit bordir atau sablon di belakang seragam kerja perusahaan. Bagi jurnalis, biasanya disediakan kartu pers atau satu set seragam kru.

Bagi pekerja lapangan, alat proteksi diri (APD) diperlukan saat bekerja sesuai bahaya dan risiko kerja. Ini untuk menjaga keselamatan mereka. Kewajiban menggunakan APD sudah disepakati oleh Departemen Tenaga Kerja Indonesia. Berikut ini adalah macam APD yang bisa dipersiapkan.

1. Seragam kerja perusahaan

Seragam kerja perusahaan sebaiknya berbahan kuat, tebal, tahan lama, namun cepat kering dan nyaman. Jika digunakan pemadam kebakaran, maka bahan haruslah tahan api dan air.

2. Sepatu kerja

Sepatu kerja (safety shoes) melindungi kaki dari benda tajam dan kotoran. Sepatu ini bersol tebal, bergerigi, anti licin, dan bagian muka tebal yang menutupi seluruh kaki. Ada pula sepatu kerja yang setinggi lutut atau setengah dari kaki, menyerupai sepatu bot.

3. Kacamata kerja

Benda ini berfungsi untuk melindungi mata dari debu, kotoran, atau serpihan logam tertiup angin. Untuk pekerja las, kacamata kerja wajib dipakai untuk menghindari bahaya kemasukan serpihan logam atau percikan api.

4. Sarung tangan

Benda ini untuk melindungi tangan dari benda keras dan tajam saat mengangkat barang berat atau berbahaya. Benda ini melindungi seseorang dari penyalahgunaan kriminal, seperti sidik jari yang tertempel di barang bukti. Bagi para penyidik yang bekerja di badan narkotika, badan anti korupsi, atau pengevakuasi jenazah, wajib mengenakannya.

5. Helm

Helm berguna untuk proteksi kepala dan seharusnya digunakan saat berada di kondisi yang tepat.

6. Penutup Telinga

Benda ini berfungsi sebagai penutup telinga dari suara bising yang melebihi standar desibel telinga. Misalnya pengarah pesawat terbang, kru pesawat, dan lain-lain.

7. Masker

Benda ini berfungsi menyaring udara yang akan dihirup. Pekerja tambang, pengarah pesawat, penyidik, dan lain-lain wajib menyediakan masker.

8. Tali pengaman

Tali pengaman atau safety harness dipakai saat bekerja di ketinggian. Gunakanlah saat bekerja di ketinggian lebih dari 1,8 meter.

9. Proteksi wajah

Proteksi wajah atau face shield  melindungi wajah dari percikan benda asing saat bekerja. Misalnya saat mengelas, menggerinda, menggergaji, dan lain-lain.

Dengan begini, baik pekerja maupun pengusaha dapat mengenali standar K3 pada seragam kerja perusahaan. Butuh seragam kerja perusahaan berstandar K3, cek
http://garmenstudio.com sekarang!